Dibina Pertamina, UMKM Berlian Progo Manfaatkan Kacang Koro Jadi Produk Unggulan dari Bantul

Kamis, 06 November 2025

Rusminto Wahyudi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagsel dan Yunarti, Ketua Kelompok Berlian Progo.
Rusminto Wahyudi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagsel dan Yunarti, Ketua Kelompok Berlian Progo. (Surtan/onlinejambi.com)

ONLINEJAMBI.COM – Dibina hampir lima tahun oleh Pertamina Patra Niaga, Rumah Produksi Tempe Koro “UMKM Berlian Progo” di Bantul kini siap mandiri.

Usaha yang berawal dari kelompok ibu-ibu rumah tangga ini sukses mengubah Kacang Koro menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Rumah produksi yang berlokasi di Dusun Babakan RT 02, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta ini berdiri tahun 2020 dan digerakkan oleh 13 orang ibu rumah tangga.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga, UMKM mendapatkan pelatihan, alat produksi, hingga pendampingan pemasaran.

Produk utama Berlian Progo adalah Tempe Koro, namun kelompok ini juga berhasil mengembangkan berbagai olahan lain seperti Bakpia Koro, Cookies Koro, Tempe Bacem Frozen, Tepung Koro, bahkan Susu Koro. Setiap tiga hari, mereka mampu memproduksi hingga 10 kilogram produk olahan, dengan permintaan yang mulai datang dari luar daerah.

“Awalnya kami hanya membuat tempe sederhana. Tapi setelah mendapat pelatihan dari Pertamina, kami mulai berinovasi dan kini punya enam jenis produk berbahan dasar kacang koro,” tutur Yunarti, Ketua Kelompok Berlian Progo saat mendapat kunjungan peserta Media Gathering Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel pada Rabu, 5 November 2025.

Selain memproduksi, kelompok ini juga menanam sendiri tanaman koro di bantaran sungai dan menjual bibitnya untuk menjaga keberlanjutan bahan baku. Ini bekerja sama dengan petani setempat.

“Kami ingin produk ini terus hidup, jadi kami juga mulai menjual bibit koro agar masyarakat ikut menanam,” ujar Ester, Manajer Pemasaran Berlian Progo.

Saat ini, kehadiran rumah produksi ini memberi dampak ekonomi nyata bagi perempuan di Dusun Babakan. Banyak ibu rumah tangga yang kini memiliki penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan rumah.

“Fasilitas ini membuat warga kami semakin semangat mengembangkan usaha,” ujar Agus Riono, Kepala Dusun Babakan.

Program ini menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan ekonomi perempuan di pedesaan. Dari bahan yang dulu dianggap tidak bernilai bahkan berisiko karena mengandung racun alami, kini lahir produk pangan sehat dan aman yang diminati pasar.

Komitmen Pertamina Patra Niaga untuk UMKM

Dalam rangkaian Media Gathering Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel di Yogyakarta (5–7 November 2025), para peserta diajak mengunjungi UMKM Berlian Progo sebagai salah satu mitra binaan unggulan.

“UMKM Berlian Progo adalah bukti nyata manfaat CSR Pertamina dalam memberdayakan masyarakat, khususnya ibu-ibu di pedesaan. Harapan kami, kisah sukses ini bisa menginspirasi daerah lain,” ujar Rusminto Wahyudi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagsel saat memberikan sambutan.

Rusminto menambahkan, setiap program CSR Pertamina memiliki target jangka panjang meliputi pembangunan kapasitas, penyediaan infrastruktur produksi, dan pemasaran digital.

“Inovasi dari Bantul ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi berbasis pangan lokal secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kini, Tempe Koro Berlian Progo tak hanya menjadi produk unggulan lokal, tetapi juga simbol kemandirian dan kreativitas perempuan desa dalam mengolah potensi alam menjadi peluang ekonomi baru.

Melalui inovasi dan dukungan CSR Pertamina, kacang koro kembali bangkit menjadi saksi bagaimana kolaborasi antara korporasi dan masyarakat mampu menciptakan kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, dan inspirasi bagi UMKM di seluruh Indonesia.(*)





BERITA BERIKUTNYA
loading...